<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3293">
 <titleInfo>
  <title>A Guide Book to Heal Your Soul</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>D. Tri Utami</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Penerbit briliant</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 146 halaman ; 20 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Self healing bisa jadi bermanfaat bagi satu orang, tetapi tidak bagi orang yang lain. Namun, dengan self healing, kita telah berusaha untuk mengobati luka batin yang kita miliki. Setidaknya, luka batin kita tidak menjadi lebih parah. Mungkin, kadar rasa sakit yang muncul setelahnya akan berkurang dan tidak intens seperti sebelumnya. Setidaknya, rasa sakit itu tidak menyeret kita ke sebuah titik ekstrim dan menyebabkan depresi.&#13;
&#13;
Sering kali, kita merasa tak terlalu membutuhkan self healing dalam kehidupan sehari-hari. Anggapan ini kemudian berbalik ketika kita tiba pada sebuah titik dasar di palung kesedihan dan rasa sakit.&#13;
&#13;
Lalu, rasa sakit apa yang ingin disembuhkan terlebih dahulu? Sebelumnya, penting untuk mengetahui emosi yang sedang kita rasakan, memahami dari mana datangnya, mengenal tentang perasaan takut dan khawatir, hingga dampak dari rasa takut yang berlarut-larut dalam kehidupan. Setelah memahami tentang luka yang kita miliki, barulah kita dapat mengobatinya dan perlahan-lahan menyembuhkan luka batin yang menyakiti diri dan orang-orang yang kita cintai.</note>
 <note type="statement of responsibility">D. Tri Utami</note>
 <subject authority="">
  <topic>Self Improvement</topic>
 </subject>
 <classification>153.8</classification>
 <identifier type="isbn">9786235307015</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN PESANTREN AL-HAMIDIYAH Yayasan Islam Al-Hamidiyah</physicalLocation>
  <shelfLocator>153.8 TRI a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B00292</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pesantren Al-Hamidiyah</sublocation>
    <shelfLocator>153.8 TRI a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>408.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3293</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-19 08:48:16</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 09:14:23</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>