<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3439">
 <titleInfo>
  <title>Bedebah Di Ujung Tanduk</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tere Liye</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Depok</placeTerm>
   <publisher>PT. Sabak Grip Nusantara</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>415 halaman; 20 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Thomas bertarung sengit dengan Bujang. Naasnya saat pertarungan itu dilakukan, gedung yang mereka gunakan untuk bertarung diserang oleh segerombolan orang bersenjata. Awalnya, Bujang berpikir dialah yang akan diserang kelompok bersenjata itu. Namun, mereka justru mengincar Thomas. Ternyata, alasan Thomas diincar lantaran ia melakukan kesalahan besar dan membuat penguasa jalur sutra, kelompok “teratai Emas” geram karena wilayah kekuasaanya diganggu. Thomas dan Bujang akhirnya mengumpulkan semua kekuatannya untuk pergi ke Bhutan. Mereka dibantu Ayoko, Yuki, Kiko, Salonga, Junior, dan White untuk bertempur dengan kelompok teratai Emas. Siapakah yang akan memenangkan pertarungan sengit ini?&#13;
Di negeri para bedebah, pencuri, dan perampok bagai musang berbulu domba. Di depan, wajah mereka tersenyum penuh pencitraan, tetapi di belakang penuh tipu-tipu. Di Negeri Ujung Tanduk, pencuri dan perampok berkeliaran menjadi penegak hukum. Di depan, di belakang, mereka tidak malu-malu lagi, tapi setidaknya dalam situasi apa pun, petarung sejati akan terus memilih kehormatan hidupnya, bahkan ketika nasib di ujung tanduk. Dia akan terus bertarung habis-habisan bersama sahabat sejati. Karena esok, matahari akan terbit sekali lagi bersama harapan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Tere liye</note>
 <subject authority="">
  <topic>Tere Liye</topic>
 </subject>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn">9786239726218</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN PESANTREN AL-HAMIDIYAH Yayasan Islam Al-Hamidiyah</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 TER b</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B00458</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pesantren Al-Hamidiyah (800)</sublocation>
    <shelfLocator>899.221 TER b c1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>bedebah_di_ujung_tanjuk.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3439</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 14:53:03</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-05-06 12:06:13</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>