<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1437">
 <titleInfo>
  <title>Sebuah Kota, Sebuah Umpama</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ubai Dillah Al Anshori</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PT.Elex Media Komputindo</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 114 hlm 95 mm x 125 mm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Alih-alih bahasa bekerja menyerupai kamera yang menyuguhkan beragam visual berbagai tempat dan peristiwa, puisi Ubai dibangun dari bahasa yang menyerupai lukisan impresionis. Deskripsi visual, gerak, dan imajinasi auditif, lebih merupakan impresi yang serba sepintas demi memperbesar efek reflektifnya. Meski sesekali puisi dibiarkan bergerak dengan enjambemen baris-baris yang saling bersambungan tanpa titik, seluruh puisi Ubai bernada rendah. Metafora yang tertib dengan bahasa yang sepenuhnya terkontrol, sehingga bahasa seakan kehilangan spontanitasnya. Terutama ketika puisi berkorelasi dengan teks-teks yang menjadi reference-nya, kontrol terhadap bahasa membuat imajinasi tidak leluasa lepas. Tampaknya ini bukan tidak disadari, demi menjaga suara lirih setiap kata dalam permenungan identitas dan waktu. -Ahda Imran, Penyair *** Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan. Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas. Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi. Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca. Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik. Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatka</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>811 UBA s</classification>
 <identifier type="isbn">9786230078828</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN SDIT AL-HAMIDIYAH Cerdas dan Terampil</physicalLocation>
  <shelfLocator>811 UBA s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">91210926</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan SDIT Al-Hamidiyah</sublocation>
    <shelfLocator>811 UBA s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>SEBUAH_KOTA_SEBUAH_UMPAMA_%2528PUISI%2529.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1437</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-09-09 08:28:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-09-09 08:28:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>