Image of Teror Pocong Duloh / Rori

Text

Teror Pocong Duloh / Rori



‘Pancasona, boga leluhur kuring

Diwariskeun ka incu kuring

Moal paeh di wanci poe

Moal paeh di wanci peuting

Kusebab ayana pancasona dina awak incu kuring.’

Duloh kecil yang hidup dalam kemiskinan tidak tahu bahwa kidung yang setiap malam ia dengar dari mulut rapuh neneknya adalah rapalan mantra ilmu Pancasona yang diturunkan Nenek Marnah. Ilmu sakti mandraguna yang membuatnya tak bisa mati.

Duloh bertahan hidup menjadi penggembala kambing yang terlibat cinta terlarang dengan anak juragannya. Karena dosa itu, ia dibunuh, lalu mayatnya dibuang ke Lembah Rara. Namun, Duloh bangkit menjadi pocong ketika tak sengaja ditemukan oleh seorang warga. Ia bergentayangan dan meneror desa Bojong Pinang, tanah para jawara, dari generasi ke generasi.

Pocong Duloh menjadi momok semua orang dan berusaha ditaklukkan oleh para jawara sakti sebagai alat tenung yang tak terkalahkan.


Ketersediaan

3252395813 ROR tPerpustakaan SMPI Al-HamidiyahSedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2026-09-07)

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813 ROR
Penerbit Gagas Media : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
166 hlm; 19 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-493-268-3
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya