Image of Prosa Layang-layang

Text

Prosa Layang-layang



Dua anak kembar. Tidak identik. Bertolak belakang. Berbagi pengalaman. Berbeda sudut pandang. Dari salah satu sudut kota Yogyakarta, sebuah cerita pun bermula.

Aku, mungkin gadis yang sedang beranjak dewasa, dengan tulisanku, aku menuangkan rasa mengenai kehidupan ini, dengan sikap tak acuhku, aku tak pernah ambil pusing dengan skeptisisme adik kembarku.

Dartha adik kembarku, seorang anak lelaki yang tak terlalu banyak mengumbar kata, dengan gurat lukisannya, dia mengabadikan waktu. Kami, dua anak remaja dengan sepaket kehidupan wajar.

Dan ketika malam semakin lanjut usia, waktu tak mampu memperlambat datangnya bencana kala itu.

Layang-layang pada langit kami pun tak lagi ada, Yogyakarta kini hanya sepotong kenangan usang yang pahit untuk dikenang.

Namun hidup terus berjalan, dan masih banyak mimpi yang menunggu untuk kami wujudkan, dengan ataupun tanpa Yogyakarta kami yang dulu. Dena.


Ketersediaan

3150527813 KIR pPerpustakaan SMPI Al-HamidiyahTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813 KIR p
Penerbit Elex Media Komputindo : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
508 hlm; 19,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-02-0303-4
Klasifikasi
813 KIR p
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya